Sukses dan Kuat serta Progress seperti Burung Rajawali

Jadilah Seperti Burung Rajawali

11

Mengapa alkitab banyak menggunakan Rajawali sebagai pengandaian
sesuatu? Hopefully artikel ini akan membantu dan menolong kita untuk
belajar lebih banyak

ENAM HAL YANG DAPAT DIPELAJARI DARI RAJAWALI
Rajawali adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab
menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak
dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya.

Seekor rajawali dewasa memiliki tinggi badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 m. Ia membangun sarangnya di puncak-puncak gunung.
Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat tidur di
dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.

Dengan berdasarkan firman Tuhan, kita akan melihat mengenai beberapa
hal yang dapat kita pelajari dari burung rajawali ini, baik itu
menyangkut keTuhanan  maupun kehidupan kekristenan kita. Semoga
pengetahuan singkat ini dapat menjadi  berkat bagi kita semua. Tuhan
Yesus memberkati.

PELAJARAN I :
SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG

8

Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan
muncullah bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada
dua hal yang sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan,
yaitu makanan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa
pertamanya di dunia di dalam sarangnya yang nyaman. Setiap hari,
induk rajawali  mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut
bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut
kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang-ulang
dalam hidupnya.

Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk
rajawali ini terbang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya
memeperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan.
Setelah berputar beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan
kecepatan tinggi menuju sarangnya, ditabraknya sarang itu dan
digoncang-goncangkannya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang
dan dibawanya terbang tinggi.

Kemudian, secara tiba-tiba, ia
menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha
terbang, tapi gagal. Beberapa saat jatuh cepat meraih anaknya
kembali dan melayang ke bawah mendekati batu-batu karang, induk
rajawali ini dengan ahli dan dibawa terbang tinggi. Setelah itu,
dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.

Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali.
Hal ini dilakukan berulang-ulang, setiap hari. Hingga hanya dalam
waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai
memperhatikan bagaimana
induknya terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah
kuat dan ia pun mulai bisa terbang.

Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu
nyaman di dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali
untuk mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi
mereka “makanan rohani” kedalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah
selesai, kita pulang dan “tidur” lagi, tanpa melakukan firman Tuhan
dan hidup tidak berubah.

Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita
merasakan “lapar” dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi
lagi ke gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus
menerus berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam
hidup kita. Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup
kita, sarang digoncangkan dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang
harus dilakukan. Kita mulai menyalahkan Tuhan,”Tuhan jahat! Tuhan
tidak adil!….”

Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan
goncangan berarti Bapa di surga sedang melatih kita untuk bisa lebih
dewasa lagi, agar kita bisa siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi
rajawali kalau dia tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi
orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi
perhatikanlah hal ini :

Setiap pencobaan datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya
jatuh tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia
menyambar anaknya untuk diangkat kembali.

Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa.
Mulailah membuka Alkitab dan membaca firman Tuhan. Kemudian kita
akan menyadari bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar
akan selalu ada di depan kita, tapi kita akan menemukan diri kita
selalu penuh dengan pengharapan jika kita tetap berdiri pada
kebenaran firman Allah. Apa yang sedang terjadi ? Ternyata kita
sedang merentangkan sayap kita ! Kita sedang belajar terbang ! Tuhan
mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita
alami.

Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya,
Tuhan melatih kita untuk mempercayai firmanNya dan mempergunakan
iman kita.

PELAJARAN 2 :
RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT TINGGI

2

Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk
terbang di tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata
telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu.

Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas,
akan menjadi burung yang paling bersih di antara burung lainnya,
tapi jika dia berada di dalam ‘penjara’dan terikat, ia akan menjadi
burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali mengkonsumsi
makanan yang berbeda dengan burung lainnya).

Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di
tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas
dari kontrol dunia. Jika orang kristen berada dalam ikatan-ikatan
duniawi, ia akan menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan
orang lain.

PELAJARAN 3 :
RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG


111

Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain,
mereka terbang dengan mengepak-kepakkan sayapnya dengan kekuatan
sendiri. Tapi yang dilakukan rajawali ialah melayang dengan anggun,
membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin
untuk mendorong tubuhnya. Yang membuat rajawali sangat spesial ialah
ia tahu betul waktu yang tepat untuk meluncur terbang. Ia berdiam di
atas puncak gunung karang, membaca keadaan angin, dan pada saat yang
dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong terbang, lalu
membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan
menggunakan kekuatan angin itu.

Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai
penggambaran dari Roh Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama
dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya mengangkat kita lebih tinggi
lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali kita ‘terbang’
dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak
kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar
dari rajawali, kita mau untuk ‘terbang’ melintasi kehidupan
ini dengan mengandalkan Roh Kudus.

Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai
sering menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini.  Bagi
rajawali, badai adalah media yang tepat untuk belajar menguatkan
sayapnya.  Dia terbang menembus badai itu, melayang di dalamnya,
melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi.

Orang ‘Kristen Rajawali’ seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi
berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi
kita untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan
sayap-sayap
iman kita.

PELAJARAN 4 :
RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN

(Rontok Bulu)

10

Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan.
Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak
gunung. Ia berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi
satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat
mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar
selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar
matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh, dan rajawali menerima
kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga
umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.

Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-
waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan
hal-hal lama yang tidak berguna lagi ‘rontok’ dan menanti-nantikan
dengan sabar pemulihan dariTuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi,
dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah
dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita
menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.

PELAJARAN 5 :
RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI MANUSIA

Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu
tempat yang sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat
menikmati sinar matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan
yang sangat penting dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan
obat yang paling mujarab baginya
.
Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi,
rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah
kita juga mencari Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup
kita, yang juga merupakan sumber kesembuhan bagi segala
macam ‘penyakit’ ?

PELAJARAN 6 :
SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI


Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia
terbang ke tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi
tubuhnya dengan kedua sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari,
lalu….mati.

Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata
dan hati tetap tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan
dan jaminan di dalam kehidupan kekal.

Jadilah KRISTEN RAJAWALI

About these ads

1 Komentar

  1. Anything about Live said,

    Mei 28, 2010 pada 4:05 pm

    setuju bro, trim buat tambahannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: