TAHUN KEMURAHAN TUHAN

26TAHUN KEMURAHAN TUHAN

Di tahun 2009 ini akan ada kemurahan Tuhan yang turun atas hidup kita. Tuhan mau bermurah hati kepada kita apabila kita mau mencintai Tuhan lebih daripada hal-hal lain dalam hidup kita. Mari kita belajar dari kisah Musa dan bangsa Israel ketika mereka hendak keluar dari mesir.

“Lalu dipanggilnyalah Musa dan Harun, katanya: “Bangunlah, keluarlah dari tengah-tengah bangsaku, baik kamu maupun orang Israel, pergilah, beribadahlah kepada Tuhan, seperti katamu itu. Bawalah juga kambing dombamu dan lembu sapimu, seperti katamu itu, tatapi pergilah!  Dan pohonkanlah juga berkat bagiku.” (Kel 12:31-32)

Musa berjuang agar bangsa Israel diperbolehkan beribadah kepada Tuhan. Ibadah kepadaTuhan adalah focus utama dalam hidup musa. Setelah melalui proses yang panjang, raja Firaun akhirnya mengabulkan permintaan Musa dan bangsa Israel untuk pergi beribadah kepada Allah mereka. Bukan hanya itu saja, Tuahn juga membuat orang mesir bermurah hati dan memberikan harta benda kepada bangsa Israel.

“Orang Israel melakukan juga seperti kata Musa, mereka meminta dari orang mesir barang-barang emas dan perak serta kain-kain. Dan Tuhan membuat orang mesir bermurah hati terhadap bangsa itu, sehingga memenuhi permintaan mereka. Demikianlah mereka merampasi orang mesir itu.” (Kel 12:35-36). Mesir adalah musuh Israel tetapi Tuhan membuat mereka bermurah hati. Musuh yang paling kejam sekalipun bisa dijamah Tuhan untuk bermurah hati. Ditahun 2009, Tuhan juga bisa membuat orang yang kita sangka tidak mungkin bermurah hati manjadi bermurah hati kepada kita. Pertanyaannya, ketika engaku sangat diberkati karena kemurahan Tuhan, masih adakah hal-hal yang bisa mengikat hatimu sehingga menjaukanmu dari ibadah ?

Perlu anda ketahui bahwa kemurah Tuhan itu tidak turun atas bangsa Israel dalam sekejap. Bila kita membaca beberapa kejadian sebelumnya dialkitab, keinginan bangsa Israel untuk beribadah kepada Tuhan menjadi terhambat karena sikap hati raja Firaun (gambaran dari kuasa kegelapan) yang masih belum melepaskan sifat lamanya. Sikap semacam ini juga yang menghalangi banyak orang Kristen untuk menerama kemurahan dari Tuhan, yaitu :

1.Mencintai pekerjaan lebih daripada Tuhan

Kel 5:3-4 Raja Firaun merasa berat hati untuk membiarkan bangsa Israel pergi beribadah kepada Tuhan. Ia merasa bahwa kewajiban bangsa Israel untuk bekerja di mesir jauh lebih penting daripada beribadah kepada Tuhan.

Seringkali kesibukan kita menjebak kita untuk melupakan ibadah kepada Tuhan. Sikap semacam ini juga masih menghinggapi banyak orang Kristen, sehingga tidak bersedia meluang kan waktu untuk beribadah di gereja, komsel, pondok daud, dll. Ingat bahwa berkat Tuhanlah yang membuat kita kaya, susah payah tidak akan menambahinya. Saat kita memprioritaskan Tuhan daripada pekerjaan , maka Tuhan akan bermurah hati pada pekerjaan kita.

2.Mencintai penyembahan berhala dan tradisi (adat istiadat) yang tidak benar lebih dari mencintai Tuhan.

Kel 8:25-26 Firaun menghendaki agar bangsa Israel melakukan ibadahnya di mesir, ditempat yang masih banyak berhala dan illah lain. Hal tersebut tentu saja langsung ditolak Musa sebab ita tahu bahwa mereka tidak bisa menyembah Tuhan ditengah-tengah berbagai berhala mesir. Dimasa sekarang juga masih banyak orang Kristen yang beribadah kepada Tuhan tetapi belum mau meninggalkan berbagai berhala dan tradisi yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Bila ingin menerima kemurahan dari Tuhan jangan berkompromi dengan penyembahan berhala dan tradisi yang tidak benar!

3.Mencitai keadaan hidup hanya menjadi orang rata-rata atau biasa-biasa

Kel 8:27-28 Firaun tidak mengijinkan Israel pergi terlalu jauh dari mesir. Mesir merupakan gambaran keduniawian, ini merupakan tipu daya iblis supaya umat Tuhan tidak beribadah dengan sungguh-sungguh (hanya menjadi orang rata-rata). Dimasa sekarang penghalang orang Kristen untuk sungguh-sungguh beribadah kepada Tuhan dan melakukan kehendakNya adalah belum adanya kesungguhan hati untuk meninggalkan keduniawian.

Hal ini membuat kehidupan rohani mereka tidak bertumbuh secar maksimal, sehingga hanya menjadi orang Kristen rata-rata saja, tidak radikal.

4.Mencintai keluarga lebih daripada Tuhan

Iblis bisa menipu kita denga rasa cinta yang berlebihan kepada keuarga , sehingga menghalangi anggota keluarga kita untuk beribadah. Contohnya, banyak orang tua yang mengijinkan anak-anaknya mengikuti berbagai kegiatan les dll, tetapi malah keberatan ketika mereka ikut idadah kaum muda atau komsel. Jangan menghalangi anak-anakmu beribadah  kepada Tuahn. Sebaliknya kita harus belajar seperti yosua yang dapat berkata, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan.” (Yos 24:15)

5.Mencintai harta benda (mammon) lebih daripada Tuhan

Kel 10:24 Penghalang terbesar bagi kita untuk beribadah kepada Tuhan adalah cinta kita kepada harta benda dan uang. Banyak orang yang mampu mencintai Tuhan lebih daripada pekerjaan, tradisi dan keluarga, namun tidak mau membawa / mempersembahkan harta milik mereka yang berharga kepada Tuhan, karena hati mereka masih terikat dengan hal itu.

Cintailah Tuhan lebih daripada harta benda. Muliakan Tuhan dengan hartamu, salah satu bukti kita mencintai Tuhan lebih dari harta kita adalah dengan mentaati perintah Tuhan untuk mengembalikan persembahan persepuluhan dengan setia, membawa persembahan khusus dna persembahan syukur kepada Tuhan.

Ditahun 2009 orang yang bisa menerima kemurah Tuhan adalah orang yang mencintai Tuhan lebih dari segalanya. Apabila kita bisa lepas dari ke lima hal tersebut diatas maka berkat dan kemurahan Tuhan yang berlimpah-limpah pasti turun atas hidup kita.

HARVEST TIME

141Panen yang akan kita alami adalah :

1. Panen jiwa-jiwa.

“Bukankan kamu mengatakan: empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguninga dan matang untuk dituai. Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.” (Yoh 4:35-36). Panen hanya akan diterima oleh orang-orang yang menyiapkan diri.

2. Panen berkat yaitu anugerah, kemuliaan, dan semua yang baik yang pernah kita tabur.

Yoel 2:21-27 “Jangan takut, hai tanah, bersorak-soraklah dan bersukacitalah, sebab juga Tuhan telah melakukan perkara yang besar! Jangan takut, hai binatang-binatang di padang , sebab tanah gembalaan di padang gurun menghijau, pohon menghasilkan buahnya, pohon ara dan pohon anggur memberi kekayaannya.” Ditahun 2009 Tuhan akan melakukan perkara yang besar. Justru dalam situasi yang tidak baik, iman kita menjadi bertumbuh.

“Hai bani sion, bersorak-sorailah dan bersukacitalh karena Tuhan, Allahmu! Sebab telah diberikan-NYa kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkannya kepadamu hujan, hujan pada awal musim seperti dahulu. Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak.” Kelimpahan anggur dan muntak yaitu kelimpahan berkat dan jiwa-jiwa.

Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentaraku yang besar yang Kukirim keantara kamu.” Artinya tidak ada lagi kebocoran dalam kehidupan kita karena dimakan belalang. Bila tahun lalu sempat terjadi kebocoran dalam kehidupanmu (keuangan, jiwa-jiwa, dsb) maka tahun ini Tuhan akan ganti semua yang pernah hilang dalam hidupanmu. Tidak ada lagi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu, tidak akan ada lagi kebocoran.

“Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akam memuji-muji nama Tuham, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dnegan ajaib, dan umatku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada diantara orang Israel, dan bahwa Aku ini, Tuhan, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain, dan umat-KU tiadak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.”

Kamu akan makan banyak-banyak dan jenadi kenyang, artinya kita akan menikmati sukacita panen. Tuhan akam memberikan kepada kita karunia untuk memiliki dan menikmati buah pekerjaanmu. Karena ternyata ada juga orang yang bisa memiliki namun tidak bisa menikmati hasil perkerjaannya.

The Year of Progres ( Tahun perkembangan atau peningkatan)

“Sebab aku akan mencurahkan air keatas tanah yagn haus, dan hujan lebat keatas tempat yang kering. Aku akan mencurahkan Roh-Ku keatas keturunanmu, dan berkat-Ku keatas anak cucumu. Mereka akan tumbuh seperti rumput ditengah-tengah air, seperti pohon-pohon gandarusa ditepi sungai.” Dalam bahasa inggris kata “tumbuh” mempunyai pengertian grow, dalam terjemahan ibrani berarti booming (ledakan).

Pada tahun 2009, kerohanian, pelayanan, dan gerja kita akan mengalami booming. Kehidupan kita (keluarga, bisnis, pekerjaan, keuangan) akan mengalami booming yang menyebabkan percepatan dalam segala aspek kehidupan. Syarat supaya pelayanan mengalami booming yaitu harus memiliki dan memelihara rasa haus dan lapar.

Tuhan akan mencurahkan air keatas tanah yang haus. Pencurahan air hanya diberikan kepada orang-orang yang haus. Gereja tidak akan mengalami perkembangan bila kehilangan rasa haus dan lapar pada jiwa-jiwa. Jemaat yang mempunya rasa haus dan lapar akan begerak cepat (progress), grow, booming. Ini adalah babak yang baru, yang lama sudah berlalu, hari ini dan hari esok pasti lebih baik dari hari kemarin.

Tahun Penggenapan Perjanjian Berkat

  • “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan
  • memberkati engkau
  • serta membuat namamu masyur; dan
  • engkau akan menjadi berkat.
  • Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan
  • mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan
  • olehmu semua kaum dimuka bumi akan mendapat berkat.”

Bagi jemaat yang belum mengalami atau baru mengalami sebagian saja dari 7 perjanjian berkat tersebut ditahun lalu, maka tahun 2009 ini masih ada kesempatan untuk menerimannya.

Tahun Kemurahan Tuhan

“Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku dan akau akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa. (Maz 23:6). Makna kemurahan Tuhan yaitu kita menerima sesuatu yang sebenarnya kita tidak layak menerimanya, namun karena ada kemurahan Tuhan yang turun atas diri kita maka kita menjadi layak menerimanya.

Ingat pada kisah Ratu Ester ketika ia harus menghadap raja, meskipun ia tidak dipanggil untuk menghadap, ia melakukannya dengan konsekuensi siap untuk menerima hukuman mati. Namun ketika raja melihat Ester berdiri dipelataran istana, berkenanlah raja kepadanya, sehingga raja mengulurkan tongkat emas yang ditangannya kearah Ester. (Est 5:2). Uluran tongkat raja itu merupakan lambang kemurahan Tuhan yang turun atas diri Ester.

Sebagai umat Tuhan, kita pun menerima kemurahan Tuhan ketika kita melangkah di Jalan Kebahagian. Di depan kita ada Yesus (The Excellence Leader) yang memimpin dalam setiap langkah kita sehingga ada kebajikan dan kemurahan Tuhan yang selalu mengikuti kita sepanjang masa.

10 PENYAKIT KRONIS MANUSIA.

PENYAKIT KRONIS MANUSIA
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> 1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

>>>>>>Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan
>>>>>> Kekanak-kanakan.Menyalahkan
>>>>>> orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman
>>>>>> Afrika, kalau
>>>>>> ada orang yang sakit, yang dipikirkan adalah : Siapa nih
>>>>>> yang nyantet ?
>>>>>> Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya.
>>>>>> Bidang kedokteran
>>>>>> modern selalu
>>>>>> mencari tahu “apa” sebabnya, bukan
>>>>>> “siapa”. Jadi kalau kita
>>>>>> berpikir
>>>>>> menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif.
>>>>>> Pakai koteka aja
>>>>>> deh, nggak usah pakai dasi dan jas. Kekanak-kanakan. Kenapa
>>>>>> ? Anak-anak
>>>>>> selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang
>>>>>> jatuh,” Adik
>>>>>> tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang
>>>>>> salah”. Anda pakai celana
>>>>>> monyet
>>>>>> aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal
>>>>>> dan dewasa
>>>>>> selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> 2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI
>>>>>> Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu.
>>>>>> Anda pernah
>>>>>> mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda
>>>>>> bohong. “Ah,
>>>>>> dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat
>>>>>> dsb, Lha saya
>>>>>> ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP,
>>>>>> wah nggak bisa
>>>>>> deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa
>>>>>> deh”. Penyakit
>>>>>> ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental
>>>>>> diri sehingga
>>>>>> bisa mencapai “improper guilty feeling”. Jadi
>>>>>> walau yang salah
>>>>>> partner,
>>>>>> anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok
>>>>>> yang memang
>>>>>> salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa
>>>>>> membunuh kita.
>>>>>> Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering
>>>>>> membandingkan
>>>>>> keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga
>>>>>> keberhasilan
>>>>>> orang lain dianggap wajar karena mereka punya sesuatu lebih
>>>>>> yang kita
>>>>>> tidak punya.
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> 3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA
>>>>>> Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya
>>>>>> tidak jelas.
>>>>>> Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan
>>>>>> milestone. Buat
>>>>>> target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis.
>>>>>> Ilustrasinya
>>>>>> kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih
>>>>>> yang nggak bisa
>>>>>> saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci
>>>>>> lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang:
>>>>>> “Nah tuh ada
>>>>>> kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss….,
>>>>>> kelinci lari
>>>>>> lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari
>>>>>> sipat-kuping
>>>>>> (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak
>>>>>> terkejar,
>>>>>> kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan
>>>>>> diketawain. “Ah
>>>>>> lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar.
>>>>>> Katanya lu
>>>>>> paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap
>>>>>> hidup sih, survive, lha
>>>>>> gua goalnya untuk, fun aja sih”. Kalau
>>>>>> “GOAL” kita hanya untuk
>>>>>> “FUN”,

>>>>>> isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

>>>>>>ini juga penyakit kronis.
>>>>>>
>>>>>> 4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA
>>>>>> Biasanya dialami oleh
>>>>>> orang
>>>>>> yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita
>>>>>> juga salah,
>>>>>> jalannya
>>>>>> juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini :
>>>>>> ada pemuda
>>>>>> yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang
>>>>>> mendewakan
>>>>>> emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya
>>>>>> dengan emas
>>>>>> dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi
>>>>>> dan ditanya.
>>>>>> Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat
>>>>>> kiri-kanan.
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> 5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT
>>>>>> Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas.
>>>>>> Jalan pintas
>>>>>> tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real
>>>>>> success, karena
>>>>>> tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya
>>>>>> nggak matang,
>>>>>> kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan
>>>>>> pintas. Pemain
>>>>>> bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling
>>>>>> Senayan,
>>>>>> melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak
>>>>>> ada orang yang
>>>>>> leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi
>>>>>> juara bulu
>>>>>> tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta,
>>>>>> dalam 3
>>>>>> minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !.
>>>>>> Karena hal
>>>>>> itu melawan kodrat.
>>>>>>( “penyakit ingin cepat sukses”)
>>>>>>
>>>>>> 6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI
>>>>>> Analoginya begini :
>>>>>> Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai
>>>>>> kecepatan minimum.
>>>>>> Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan
>>>>>> kecepatan minimum
>>>>>> 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma
>>>>>> ngabis-ngabisin
>>>>>> avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya
>>>>>> lurus anda
>>>>>> cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off,
>>>>>> malah nyungsep
>>>>>> iya. Iya kan ?
>>>>>>(“penyakita malas”) he….he…..
>>>>>>
>>>>>> 7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL
>>>>>> Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang
>>>>>> kecil-kecil nggak
>>>>>> dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar,
>>>>>> pasti ada
>>>>>> komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan
>>>>>> hal kecil aja
>>>>>> nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

>>>>>>(“penyakit kesombongan inginnya ikan paus aja, klo teri gak mau”)

>>>>>>setia pada perkara kecil maka Tuhan akan mempercayakan perkara besar.
>>>>>> 8. TERLALU CEPAT MENYERAH
>>>>>> Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan
>>>>>> mengawali
>>>>>> dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti
>>>>>> pada tempat
>>>>>> yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi
>>>>>> berhenti di
>>>>>> tempat yang salah repot sekali.
>>>>>>(“penyakit paling bahaya nih, orang sukses bukan tidak pernah gagal tapi tidak pernah berhenti menyerah!” Jangan cemen, mental pengemis, mental belalang klo punya mental seperti ini pasti mati ! percaya deh, tapi punyai mental pemenang, mental juara, mental baja, mental pantang menyerah.)
>>>>>>
>>>>>> 9. BAYANG BAYANG MASA LALU
>>>>>> Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena
>>>>>> apa ? Kita
>>>>>> selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk
>>>>>> memori kita,
>>>>>> minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita
>>>>>> berikutnya. Apalagi
>>>>>> kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi.
>>>>>> Ini bisa balik
>>>>>> lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat
>>>>>> bayang-bayang masa
>>>>>> lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu
>>>>>> bayang-bayang
>>>>>> negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita
>>>>>> untuk maju ke
>>>>>> depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus.
>>>>>> “Waktu”
>>>>>> itu
>>>>>> maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik
>>>>>> ?? Nggak ada
>>>>>> kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan,
>>>>>> kalaupun harus
>>>>>> jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti
>>>>>> pernah gagal. Itu
>>>>>> memori negatif yang menghalangi kesuksesan.
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> 10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU Biasa disebut
>>>>>> Pseudo
>>>>>> Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau
>>>>>> pernah berhasil
>>>>>> dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana
>>>>>> lagi.Sudah puas
>>>>>> dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan:
>>>>>> “Saat yang
>>>>>> paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang
>>>>>> besar”. Itu saat
>>>>>> yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk
>>>>>> kemenangan. Jangan
>>>>>> terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita
>>>>>> akan menembak
>>>>>> sasaran yang besar, goal yang jauh.
>>>>>> Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
>>>>>> (unknown)
>>>>>>
>>>>>>
>>>>>> Have a GREAT day!

BAYI SUNGSANG HIDUP

Pada tahun 1992 saya melahirkan anak pertama saya melaui operasi Caesar karena bayi saya sungsang. Pada bulan januari 1994, saya dan suami saya lahir baru di gereja ini, dan selama Seminar Terobosan bulan januari, saya berkata kepada Tuhan bahwa saya tidak ingin melahirkan dengan menjalani operasi Caesar lagi.

Ketika saya hamil lagi, saya menolak untuk minum obat apa pun, dan saya terus mengurapi diri saya dengan minyak urapan setiap pagi, siang dan malam.

Ketika tiba waktunya untuk melahirkan, saya mendaftarkan diri di rumah sakit dan ketika diperiksa, mereka memberitahukan kepada saya bahwa bayi saya sungsang. Lalu, ROH KUDUS berbicara dalam hati saya untuk pergi dan menemui Uskup David Oyedepo. Saya bertemu dengan uskup, ia menumpangkan tangan atas saya dan memerintahkan agar bayi tersebut kembali keposisi semula.

Pada hari kelahiran, saya memutuskan untuk tidak ke rumah sakit. Sebaliknya, saya pergi kerumah sakit iman, dimana mereka tidak mempergunakan obat-obatan. Dokternya masih memastikan bahwa bayinya sungsang. Tetapi, saya percaya bahwa saya telah meninggalkan dokter-dokter duniawi untuk berlari kepada Dokter Surgawi, dan ia tidak akan mengecewakan saya.

Ketika bayi tersebut keluar, ia keluar dengan pantat dan bahu dahulu. Karena saya tidak mengetahui implikasinya, saya percaya saja bahwa saya tidak akan mengalami masalah apapun. Kontraksi terus berlangsung dan kaki bayi saya keluar. Ketika tiba pada leher, kontraksi berhenti, saya tidak dapat mendorong lagi. Kakinya di luar tetapi lehernya masih di dalam.

Lalu saya teringat janji Tuhan akan kekuatan dalam Yesaya 41:10. Saya berkata kepada Tuhan bahwa saya membutuhkan kekuatan sekarang. Lalu saya mendorong dan kepalanya keluar. Bayi saya keluar dengan keletihan, dan tidak dapat menangis. Saya berkat, “Saya tidak akan meninggalkan tempat ini sambil menangis. Anak inilah yang akan meninggalkan tempat ini menangis dan saya akan keluar dari tempat ini sambil tertawa.”

Saya ingat uskup pernah berkat bahwa ketika kita diperhadapkan dengan iblis, kita harus menunjukan tanda terima kita kepadanya-Darah Yesus. Jadi, saya mulai mendeklarasikan darah Yesus atas anak ini.

Wanita yang ikut terlibat dalam proses kelahiran ini terus memperkatan janji Tuhan, meminta Tuhan agar menghembuskan nafasNya atas anak ini. Puji Tuhan, dua jam kemudian anak ini menangis !” Bayi sungsang itu pun hidup.

-Odulfolunrin,R.(ny)

-Nigeria, Canaan Land Chucrh, Gereja Terbesar di Afrika dengan 50.000 tempat duduk.

-Uskup David O. Oyedepo

Banyak mujizat terjadi didalam gereja / pelayanan yang di gembalakan oleh Uskup David O. Oyedepo ini bahkan orang mati pun dibangkitkan !, Tuhan bekerja secara luar biasa, dulu sekarang kuasaNya tetap sama “DASYAT” tidak pernah berubah.

Sukses dan Kuat serta Progress seperti Burung Rajawali

Jadilah Seperti Burung Rajawali

11

Mengapa alkitab banyak menggunakan Rajawali sebagai pengandaian
sesuatu? Hopefully artikel ini akan membantu dan menolong kita untuk
belajar lebih banyak

ENAM HAL YANG DAPAT DIPELAJARI DARI RAJAWALI
Rajawali adalah mahluk ciptaan Tuhan yang sangat indah. Alkitab
menuliskan mengenai rajawali sebanyak 38 kali, jauh lebih banyak
dibandingkan merpati atau jenis burung lainnya.

Seekor rajawali dewasa memiliki tinggi badan sekitar 90 cm, dan bentangan sayap sepanjang 2 m. Ia membangun sarangnya di puncak-puncak gunung.
Sarang itu sangat besar sehingga manusia pun dapat tidur di
dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg dan sangat nyaman.

Dengan berdasarkan firman Tuhan, kita akan melihat mengenai beberapa
hal yang dapat kita pelajari dari burung rajawali ini, baik itu
menyangkut keTuhanan  maupun kehidupan kekristenan kita. Semoga
pengetahuan singkat ini dapat menjadi  berkat bagi kita semua. Tuhan
Yesus memberkati.

PELAJARAN I :
SEMUA BAYI RAJAWALI HARUS BELAJAR UNTUK TERBANG

8

Di atas puncak gunung yang tinggi, telur rajawali menetas dan
muncullah bayi rajawali. Seperti layaknya bayi yang lain, hanya ada
dua hal yang sangat disukai oleh bayi rajawali ini untuk dilakukan,
yaitu makanan dan tidur. Bayi rajawali akan menghabiskan masa-masa
pertamanya di dunia di dalam sarangnya yang nyaman. Setiap hari,
induk rajawali  mencarikan makanan untuk bayinya dan menyuapi mulut
bayi yang sudah terbuka untuk menerima makanan. Dengan perut
kenyang, bayi itu tidur kembali. Hal itu berlangsung berulang-ulang
dalam hidupnya.

Siklus ini berjalan beberapa minggu, sampai pada suatu hari, induk
rajawali ini terbang dan hanya berputar-putar di atas sarangnya
memeperhatikan anaknya yang ada di dalamnya. Kali ini tanpa makanan.
Setelah berputar beberapa kali, induk rajawali akan terbang dengan
kecepatan tinggi menuju sarangnya, ditabraknya sarang itu dan
digoncang-goncangkannya. Kemudian ia merenggut anaknya dari sarang
dan dibawanya terbang tinggi.

Kemudian, secara tiba-tiba, ia
menjatuhkan bayi rajawali dari ketinggian. Bayi ini berusaha
terbang, tapi gagal. Beberapa saat jatuh cepat meraih anaknya
kembali dan melayang ke bawah mendekati batu-batu karang, induk
rajawali ini dengan ahli dan dibawa terbang tinggi. Setelah itu,
dilepaskannya pegangan itu dan anaknya jatuh lagi.

Tapi sebelum anaknya menyentuh daratan, ia mengangkatnya kembali.
Hal ini dilakukan berulang-ulang, setiap hari. Hingga hanya dalam
waktu satu minggu anaknya sudah banyak belajar, dan mulai
memperhatikan bagaimana
induknya terbang. Dalam jangka waktu itu, sayap anak rajawali sudah
kuat dan ia pun mulai bisa terbang.

Saudaraku, banyak orang Kristen seperti bayi rajawali ini. Terlalu
nyaman di dalam sarangnya. Kita datang ke gereja seminggu sekali
untuk mendapatkan makanan. Kita menunggu pelayan Tuhan untuk memberi
mereka “makanan rohani” kedalam mulutnya. Kemudian setelah ibadah
selesai, kita pulang dan “tidur” lagi, tanpa melakukan firman Tuhan
dan hidup tidak berubah.

Baru setelah beban-beban berat menindih selama 1 minggu, kita
merasakan “lapar” dan butuh diisi makanan, kemudian kita pun pergi
lagi ke gereja untuk di-drop makanan lagi. Hal ini berlangsung terus
menerus berulang-ulang tanpa ada pertumbuhan secara rohani dalam
hidup kita. Sampai suatu saat, sesuatu pencobaan terjadi dalam hidup
kita, sarang digoncangkan dengan keras, dan kita tidak tahu apa yang
harus dilakukan. Kita mulai menyalahkan Tuhan,”Tuhan jahat! Tuhan
tidak adil!….”

Tidak ! Tuhan tidak jahat ! Jika kita mengalami pencobaan dan
goncangan berarti Bapa di surga sedang melatih kita untuk bisa lebih
dewasa lagi, agar kita bisa siap untuk terbang. Akan sia-sia menjadi
rajawali kalau dia tidak bisa terbang. Berarti akan sia-sia menjadi
orang Kristen kalau dia tidak pernah dewasa dalam iman! Akan tetapi
perhatikanlah hal ini :

Setiap pencobaan datang, Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anakNya
jatuh tergeletak, tapi seperti induk rajawali, pada saat kritis, ia
menyambar anaknya untuk diangkat kembali.

Beban berat boleh datang, tapi kemudian mulailah untuk berdoa.
Mulailah membuka Alkitab dan membaca firman Tuhan. Kemudian kita
akan menyadari bahwa jawaban doa itu telah datang. Masa-masa sukar
akan selalu ada di depan kita, tapi kita akan menemukan diri kita
selalu penuh dengan pengharapan jika kita tetap berdiri pada
kebenaran firman Allah. Apa yang sedang terjadi ? Ternyata kita
sedang merentangkan sayap kita ! Kita sedang belajar terbang ! Tuhan
mengangkat dan memuliakan kita melalui pencobaan-pencobaan yang kita
alami.

Jika induk rajawali melatih anaknya untuk mempergunakan sayapnya,
Tuhan melatih kita untuk mempercayai firmanNya dan mempergunakan
iman kita.

PELAJARAN 2 :
RAJAWALI DICIPTAKAN UNTUK TINGGAL DI TEMPAT TINGGI

2

Berbeda dengan jenis burung lainnya, rajawali diciptakan untuk
terbang di tempat-tempat yang tinggi, jauh dari pandangan mata
telanjang dan jauh dari jangkauan para pemburu.

Burung rajawali memiliki keunikan, jika ia berada di alam bebas,
akan menjadi burung yang paling bersih di antara burung lainnya,
tapi jika dia berada di dalam ‘penjara’dan terikat, ia akan menjadi
burung yang paling kotor (hal ini dikarenakan rajawali mengkonsumsi
makanan yang berbeda dengan burung lainnya).

Saudaraku, Tuhan menciptakan kita untuk selalu terbang dan berada di
tempat yang tinggi, yaitu selalu berada dalam hadiratNya dan bebas
dari kontrol dunia. Jika orang kristen berada dalam ikatan-ikatan
duniawi, ia akan menjadi orang yang terkotor dibandingkan dengan
orang lain.

PELAJARAN 3 :
RAJAWALI TIDAK TERBANG, TAPI MELAYANG


111

Rajawali tidak terbang seperti layaknya burung-burung yang lain,
mereka terbang dengan mengepak-kepakkan sayapnya dengan kekuatan
sendiri. Tapi yang dilakukan rajawali ialah melayang dengan anggun,
membuka lebar-lebar kedua sayapnya dan menggunakan kekuatan angin
untuk mendorong tubuhnya. Yang membuat rajawali sangat spesial ialah
ia tahu betul waktu yang tepat untuk meluncur terbang. Ia berdiam di
atas puncak gunung karang, membaca keadaan angin, dan pada saat yang
dirasa tepat ia mengepakkan sayapnya untuk mendorong terbang, lalu
membuka sayapnya lebar-lebar untuk kemudian melayang dengan
menggunakan kekuatan angin itu.

Saudaraku, angin sering disebutkan dalam Alkitab sebagai
penggambaran dari Roh Kudus. Kita dapat belajar untuk bekerja sama
dengan Roh Kudus dan membiarkan-Nya mengangkat kita lebih tinggi
lagi, semakin dekat dengan Tuhan Yesus. Seringkali kita ‘terbang’
dengan kekuatan kita sendiri, hasilnya kita menemui banyak
kelelahan, kekecewaan dan kepahitan dalam hidup ini. Tapi belajar
dari rajawali, kita mau untuk ‘terbang’ melintasi kehidupan
ini dengan mengandalkan Roh Kudus.

Angin, juga berbicara mengenai kesulitan-kesulitan hidup. Badai
sering menggambarkan adanya pergumulan dalam hidup ini.  Bagi
rajawali, badai adalah media yang tepat untuk belajar menguatkan
sayapnya.  Dia terbang menembus badai itu, melayang di dalamnya,
melatih sayapnya untuk lebih kuat lagi.

Orang ‘Kristen Rajawali’ seharusnya mengucap syukur dalam menghadapi
berbagai-bagai pencobaan. Karena saat itulah saat yang tepat bagi
kita untuk mempergunakan pencobaan sebagai media untuk menguatkan
sayap-sayap
iman kita.

PELAJARAN 4 :
RAJAWALI MEMILIKI WAKTU KHUSUS UNTUK PEMBAHARUAN

(Rontok Bulu)

10

Ketika rajawali berumur 60 tahun, ia memasuki periode pembaharuan.
Seekor rajawali akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak
gunung. Ia berdiam disitu, membiarkan bulu-bulunya rontok satu demi
satu. Rajawali ini mengalami keadaan yang menyakitkan dan sangat
mengenaskan selama kira-kira 1 tahun. Ia menunggu dengan sabar
selama proses ini berlangsung, dan setiap hari ia membiarkan sinar
matahari menyinari tubuhnya untuk mempercepat proses penyembuhannya.

Melalui proses ini, bulu-bulu barupun tumbuh, dan rajawali menerima
kekuatan yang baru sehingga ia mampu untuk bertahan hidup hingga
umur 120 tahun, seperti normalnya rajawali hidup.

Saudaraku, seperti rajawali, orang kristen perlu memiliki waktu-
waktu khusus untuk proses pembaharuan dalam hidup ini. Membiarkan
hal-hal lama yang tidak berguna lagi ‘rontok’ dan menanti-nantikan
dengan sabar pemulihan dariTuhan. Pembaharuan adalah prinsip Ilahi,
dimana Allah memotong segala sesuatu yang tidak menghasilkan buah
dalam hidup kita ini agar kita mampu berbuah lebat. Selama kita
menantikan Dia, relakan proses pembaharuan itu berlangsung.

PELAJARAN 5 :
RAJAWALI JUGA KADANG-KADANG SAKIT, SEPERTI MANUSIA

Ketika rajawali mengalami sakit di tubuhnya, ia terbang ke suatu
tempat yang sangat disukainya, dimana ia dengan leluasa dapat
menikmati sinar matahari. Karena sinar matahari memainkan peranan
yang sangat penting dalam kehidupan rajawali, dan juga merupakan
obat yang paling mujarab baginya
.
Saudaraku, ketika kita sakit, baik itu sakit secara fisik, ekonomi,
rumah tangga, pekerjaan, pelayanan, atau sakit rohani kita, apakah
kita juga mencari Allah yang memainkan peranan penting dalam hidup
kita, yang juga merupakan sumber kesembuhan bagi segala
macam ‘penyakit’ ?

PELAJARAN 6 :
SETIAP BURUNG RAJAWALI PASTI MATI


Ketika rajawali berada dalam keadaan mendekati waktu kematiannya, ia
terbang ke tempat yang paling disukainya, di atas gunung, menutupi
tubuhnya dengan kedua sayapnya, memandang ke arah terbitnya matahari,
lalu….mati.

Saudaraku, sudah selayaknya, semua orang Kristen mati dengan mata
dan hati tetap tertuju pada Yesus sebagai sumber dari pengharapan
dan jaminan di dalam kehidupan kekal.

Jadilah KRISTEN RAJAWALI

Seorang Bayi Hanya Hidup 6 Jam, Tetapi……………..

Seorang Bayi Hanya Hidup 6 Jam, Tetapi……………..

-Kisah berikut ini sangat menyentuh perasaan, dikutip dari buku “Gifts

From The Heart for Women” karangan Karen Kingsbury.  Buku ini dapat Anda

peroleh di toko buku Gramedia, maupun toko buku lainnya. Inti ceritanya

kira-kira sbb :

=======================================

Seorang Bayi Mungil Hanya Mampu Hidup Selama 6 Jam, Tetapi …..

=======================================

Sepasang suami istri hidup bahagia. Sejak 10 tahun yang lalu, sang istri

terlibat aktif dalam kegiatan untuk menentang ABORSI, karena menurut

pandangannya, aborsi berarti membunuh seorang bayi. Setelah

bertahun-tahun berumah-tangga, akhirnya sang istri hamil, sehingga

pasangan tersebut sangat bahagia.

Mereka menyebarkan kabar baik ini kepada famili,

teman2 dan sahabat2, dan lingkungan sekitarnya. Semua orang ikut

bersukacita dengan mereka.

Tetapi setelah beberapa bulan, sesuatu yang buruk terjadi. Dokter

menemukan bayi kembar dalam perutnya, seorang bayi laki2 dan perempuan.

Tetapi bayi perempuan mengalami kelainan, dan ia mungkin tidak bisa

hidup sampai masa kelahiran tiba. Dan kondisinya juga dapat mempengaruhi

kondisi bayi laki2. Jadi dokter menyarankan untuk dilakukan aborsi, demi

untuk sang ibu dan bayi laki2 nya.

Fakta ini membuat keadaan menjadi terbalik. Baik sang suami maupun sang

istri mengalami depressi. Pasangan ini bersikeras untuk tidak

menggugurkan bayi perempuannya (membunuh bayi tsb), tetapi juga kuatir

terhadap kesehatan bayi laki2nya. “Saya bisa merasakan keberadaannya,

dia sedang tidur nyenyak”, kata sang ibu di sela tangisannya.

Lingkungan sekitarnya memberikan dukungan moral kepada pasangan

tersebut, dengan mengatakan bahwa ini adalah kehendak Tuhan. Ketika sang

istri semakin mendekatkan diri dengan Tuhan, tiba-tiba dia tersadar

bahwa Tuhan pasti memiliki rencanaNya dibalik semua ini. Hal ini

membuatnya lebih tabah.

Pasangan ini berusaha keras untuk menerima fakta ini.

Mereka mencari informasi di internet, pergi ke perpustakaan, bertemu

dengan banyak dokter, untuk mempelajari lebih banyak tentang masalah

bayi mereka.

Satu hal yang mereka temukan adalah bahwa mereka tidak sendirian. Banyak

pasangan lainnya yang juga mengalami situasi yang sama, dimana bayi

mereka tidak dapat hidup lama. Mereka juga menemukan bahwa beberapa bayi

akan mampu bertahan hidup, bila mereka mampu memperoleh donor organ dari

bayi lainnya. Sebuah peluang yang sangat langka. Siapa yang mau

mendonorkan organ bayinya ke orang lain ?

Jauh sebelum bayi mereka lahir, pasangan ini menamakan bayinya, Jeffrey

dan Anne. Mereka terus bersujud kepada Tuhan. Pada mulanya, mereka

memohon keajaiban supaya bayinya sembuh. Kemudian mereka tahu, bahwa

mereka seharusnya memohon agar diberikan kekuatan untuk menghadapi

apapun yang terjadi, karena mereka yakin Tuhan punya rencanaNya sendiri.

Keajaiban terjadi, dokter mengatakan bahwa Anne cukup sehat untuk

dilahirkan, tetapi ia tidak akan bertahan hidup lebih dari 2 jam. Sang

istri kemudian berdiskusi dengan suaminya, bahwa jika sesuatu yang buruk

terjadi pada Anne, mereka akan mendonorkan organnya. Ada dua bayi yang

sedang berjuang hidup dan sekarat, yang sedang menunggu donor organ

bayi. Sekali lagi, pasangan ini berlinangan air mata. Mereka menangis

dalam posisi sebagai orang tua, dimana mereka bahkan tidak mampu

menyelamatkan Anne. Pasangan ini bertekad untuk tabah menghadapi

kenyataan yg akan terjadi.

Hari kelahiran tiba. Sang istri berhasil melahirkan kedua bayinya dengan

selamat. Pada momen yang sangat berharga tersebut, sang suami

menggendong Anne dengan sangat hati-hati, Anne menatap ayahnya, dan

tersenyum dengan manis. Senyuman Anne yang imut tak akan pernah

terlupakan dalam hidupnya.

Tidak ada kata2 di dunia ini yang mampu menggambarkan perasaan pasangan

tersebut pada saat itu. Mereka sangat bangga bahwa mereka sudah

melakukan pilihan yang tepat (dengan tidak mengaborsi Anne), mereka

sangat bahagia melihat Anne yang begitu mungil tersenyum pada mereka,

mereka sangat sedih karena kebahagiaan ini akan berakhir dalam beberapa

jam saja.

Sungguh tidak ada kata2 yang dapat mewakili perasaan pasangan tersebut.

Mungkin hanya dengan air mata yang terus jatuh mengalir, air mata yang

berasal dari jiwa mereka yang terluka……

Baik sang kakek, nenek, maupun kerabat famili memiliki kesempatan untuk

melihat Anne. Keajaiban terjadi lagi, Anne tetap bertahan hidup setelah

lewat 2 jam.

Memberikan kesempatan yang lebih banyak bagi keluarga tersebut untuk

saling berbagi kebahagiaan. Tetapi Anne tidak mampu bertahan setelah

enam jam………..

Para dokter bekerja cepat untuk melakukan prosedur pendonoran organ.

Setelah beberapa minggu, dokter menghubungi pasangan tsb bahwa donor tsb

berhasil. Dua bayi berhasil diselamatkan dari kematian.

Pasangan tersebut sekarang sadar akan kehendak Tuhan.

Walaupun Anne hanya hidup selama 6 jam, tetapi dia berhasil

menyelamatkan dua nyawa. Bagi pasangan tersebut, Anne adalah pahlawan

mereka, dan sang Anne yang mungil akan hidup dalam hati mereka

selamanya…..

====================================

Ada 3 point penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini :

1.    SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama kita

hidup, satu hari ataupun bahkan seratus tahun. Hal yang benar2 penting

adalah apa yang kita telah kita lakukan selama hidup kita, yang

bermanfaat bagi orang lain.

2.    SESUNGGUHNYA, tidaklah penting berapa lama

perusahaan kita telah berdiri, satu tahun ataupun bahkan dua ratus

tahun. Hal yang benar2 penting adalah apa yang dilakukan perusahaan kita

selama ini, yang bermanfaat bagi orang lain.

3.    Ibu Anne mengatakan “Hal terpenting bagi orang tua

bukanlah mengenai bagaimana karier anaknya di masa mendatang, dimana

mereka tinggal, maupun berapa banyak uang yang mampu mereka hasilkan.

Tetapi hal terpenting bagi kita sebagai orang tua adalah untuk

memastikan bahwa anak2 kita melakukan hal2 terpuji selama hidupnya,

sehingga ketika kematian menjemput mereka, mereka akan menuju surga”.

=================================

==>   Mohon KEMURAHAN HATI Anda untuk menyebarkan kisah

ini kepada sanak keluarga Anda, famili, teman2, rekan2 kerja, rekan2

bisnis, atasan, bawahan, sebuah kelompok organisasi ataupun perusahaan,

PELANGGAN, serta siapa saja yang Anda temui. Kisah ini dapat disebarkan

melalui internet, ataupun difotocopy per banyak (hanya sekitar Rp. 1,500

/ 10 lbr) untuk dibagi2kan secara gratis kepada orang banyak.

==>   Ada 4 kemungkinan respon dari pihak2 yang telah

membaca kisah ini. PERTAMA, cuek / tidak peduli / tidak mengerti kisah

ini. KEDUA, tersentuh dengan kisah ini, tetapi tidak melakukan apapun.

KETIGA, tersentuh dengan kisah ini, intropeksi diri, lalu mengubah cara

pandang tentang hidupnya. KEEMPAT, tersentuh, intropeksi diri, mengubah

cara pandang tentang hidupnya, lalu bergerak aktif untuk memaknai

hidupnya sendiri dengan cara memberikan makna bagi kehidupan orang lain.

==>   Bila di antara sekian banyak orang yang memperoleh

kisah ini dari Anda, ada satu saja yang termasuk kategori nomor EMPAT,

ini berarti Anda telah berhasil mengubah hidup seseorang, dari sekedar

“Hidup” menjadi “Hidup Yang Lebih Bermakna”. Mereka sungguh beruntung

dengan kehadiran Anda di dunia ini.

=====================================

Berhentilah Untuk Selalu Memikirkan Kepentingan Diri Sendiri, Jadikanlah

Kehadiran Anda Di Dunia Ini Sebagai RAHMAT Bagi Orang Banyak dan Bagi

Orang2 Yang Anda Cintai (Ayah, Ibu, Saudara/i,  Suami/Istri, Anak2 Anda,

dst) ======================================

Ajaib, Tak Sampai 24 Minggu Eva Lahir

Ajaib, Tak Sampai 24 Minggu Eva Lahir

LONDON, KOMPAS.com – Bisa jadi si kecil ini merupakan bayi termuda yang pernah lahir prematur setelah 23 minggu (kurang dari enam bulan) berada dalam kandungan ibunya.

Eva Saunders, si kecil itu, cuma punya lima persen harapan untuk bisa hidup. Beratnya hanya 515 gram dan kakinya seukuran tak lebih dari jari-jari manis ibunya, Chloe Suggitt. Sebelumnya, petugas paramedis di RS St. George, London Selatan sulit meyakinkan pada Chloe (24) dan Dale (26) bahwa Eva bisa keluar selamat karena hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Nyatanya, para petugas ini mampu mengeluarkan bayi hebat ini. Dan sekarang sudah hampir enam bulan si bayi tampak bahagia dan sehat.

Chloe, karyawan sebuah perusahaan swasta yang mengurus persoalan pembangunan masyarakat di Bexhill, Sussex Timur menyatakan,”Para perawat dan dokter belum pernah melihat bayi prematur seperti Eva. Dia memang fenomena. Saya sampai terharu dan menangis memikirkan bisa sampai sejauh ini.”

Si kecil ini, kata Chloe tampak selalu tersenyum. Pertama kali di bawah ke rumah memang masih harus menggunakan selang oksigen, tapi sekarang sudah tak lagi. “Ibu, keluarga dan teman membantuku dan suami agar dia bisa lepas dari bantuan oskigen,” kata Chloe.

“Terima kasih yang terkira saya ucapkan untuk staf Rumah Sakit St. George’s Brighton and Hasting,” ungkap Chloe. Karena, katanya, harapan hidup Eva hanya lima persen. Tapi memang, si kecil ini seorang pejuang. Dia bisa bertahan hidup berkat cinta dan doa dari setiap orang, kata sang ibu.

“Aku bicara padanya setiap hari dan bilang kalau aku mencintainya,” ucap Chloe. Eva dibaptis seketika setelah lahir karena keluarga tak mengira kalau dia bisa sampai sejauh ini. Tapi, dia membuktikan bahwa anggapan ayah ibunya salah.

Kebanyakan bayi lahir prematur bakal menderita kerusakan otak, pendengaran dan penglihatan. Pemeriksaan membuktikan bahwa Eva berkembang dan tumbuh seperti bayi lain.

Eva lahir pada 29 September dan menghabiskan empat bulan pertamanya di rumah sakit. Hingga akhirnya, pada 28 Januari lalu, seminggu setelah masa cuti sang ibu habis, Eva dibawa ke rumah.

Inilah hari dimana Chloe dan Dale, seorang tukang ledeng tiba. Chloe mengatakan,” Saya dibilangin agar memikirkan kemungkinan terburuk yang bakal terjadi. Dia begitu kecil dan kulitnya kelihatan transparan.”

Darah keracunan
Setelah lahir Eva langsung dibawa ke ruang khusus. Operasi jantung dilakukan di minggu kedelapan meskipun jarum anestesinya sepanjang tubuhnya. Eva juga mengalami keracunan darah, menjadi hijau saat usianya beberapa minggu.

Namun, sang ibu, Chloe, yakin bahwa kesehatan si kecil bakal didapat karena cinta dari orangtua dan orang-orang sekitarnya. Katanya, “Sejak dia lahir, Eva dikelilingi oleh cinta. Saya menerima 80 kartu ucapan, SMS dan telepon yang menyatakan bahwa doa menyertai kami semua.”

Meski tidak sebegitu religius, Chloe yakin bahwa kehendak baik dan doa akan menyelamatkan anaknya. Bexhill, katanya, adalah kota kecil dan orang-orang yang mendengar kabar tentang Eva langsung memberi semangat dan dukungan lewat kata-kata dan kehadiran.

Demikian juga para perawat dan dokter. Bagi Chloe, mereka adalah malaikat yang memberinya kenyamanan dan kedamaian saat menjagai bayinya.

Saat ini Chloe sedang mengumpulkan bantuan untuk merawat bayinya yang pastinya butuh perawatan tidak murah.

Eva, lahir di bawah usia 24 minggu. Tapi ada bayi lain yang pernah lahir di usia 21 minggu lima hari, yakni James Elgin Gill di Ottawa, Kanada dengan berat 624 gram, lebih besar dari Eva.

Laura De Rooy, Konsultan dari Unit Neonatal di RS St. George menyatakan,” Eva sangat kecil dengan berat 500 gram lebih sedikit. Banyak bayi yang lahir seperti ini jarang bisa bertahan hidup. Tapi Eva bisa bertahan meski harus menderita sakit.”

Kata Laura, sang ibu luar biasa hebatnya. Meski jauh dari rumah dan suaminya, dia bisa atasi semua kesulitan dengan tabah.

Andy Cole, Direktur Eksekutif yayasan yang mengurus bayi-bayi istimewa, Bliss, menyatakan, “Menggembirakan mendengar berita bahwa bayi Eva sudah berada di rumah dan kelihatan baik.”

KESAKSIAN JIM CAVIEZEL AKTOR PEMERAN YESUS KRISTUS

THE PASSION OF JIM CAVIEZEL

Jim Caviezel adalah aktor Hollywood yang memerankan Tuhan Yesus dalam
Film “The Passion Of Jesus Christ”. Berikut refleksi atas perannya di
film itu.

JIM CAVIEZEL ADALAH SEORANG AKTOR BIASA DENGAN PERAN2 KECIL DALAM
FILM2 YANG JUGA TIDAK BESAR. PERAN TERBAIK YANG PERNAH DIMILIKINYA
(SEBELUM THE PASSION) ADALAH SEBUAH FILM PERANG YANG BERJUDUL ” THE
THIN RED LINE”. ITUPUN HANYA SALAH SATU PERAN DARI BEGITU BANYAK AKTOR
BESAR YANG BERPERAN DALAM FILM KOLOSAL ITU.

Dalam Thin Red Line, Jim berperan sebagai prajurit yang berkorban demi
menolong teman-temannya yang terluka dan terkepung musuh, ia berlari
memancing musuh kearah yang lain walaupun ia tahu ia akan mati, dan
akhirnya musuhpun mengepung dan membunuhnya. Kharisma kebaikan,
keramahan, dan rela berkorbannya ini menarik perhatian Mel Gibson,
yang sedang mencari aktor yang tepat untuk memerankan konsep film yang
sudah lama disimpannya, menunggu orang yang tepat untuk memerankannya.

“Saya terkejut suatu hari dikirimkan naskah sebagai peran utama dalam
sebuah film besar. Belum pernah saya bermain dalam film besar apalagi
sebagai peran utama. Tapi yang membuat saya lebih terkejut lagi adalah
ketika tahu peran yang harus saya mainkan. Ayolah…, Dia ini Tuhan,
siapa yang bisa mengetahui apa yang ada dalam pikiran Tuhan dan
memerankannya? Mereka pasti bercanda.

Besok paginya saya mendapat sebuah telepon, “Hallo ini, Mel”. Kata
suara dari telpon tersebut. “Mel siapa?”, Tanya saya bingung. Saya
tidak menyangka kalau itu Mel Gibson, salah satu actor dan sutradara
Hollywood yang terbesar. Mel kemudian meminta kami bertemu, dan saya
menyanggupinya.

Saat kami bertemu, Mel kemudian menjelaskan panjang lebar tentang film
yang akan dibuatnya. Film tentang Tuhan Yesus yang berbeda dari film2
lain yang pernah dibuat tentang Dia. Mel juga menyatakan bahwa akan
sangat sulit dalam memerankan film ini, salah satunya saya harus
belajar bahasa dan dialek alamik, bahasa yang digunakan pada masa itu.

Dan Mel kemudian menatap tajam saya, dan mengatakan sebuah resiko
terbesar yang mungkin akan saya hadapi. Katanya bila saya memerankan
film ini, mungkin akan menjadi akhir dari karir saya sebagai actor di
Hollywood.

Sebagai manusia biasa saya menjadi gentar dengan resiko tersebut.
Memang biasanya aktor pemeran Yesus di Hollywood, tidak akan dipakai
lagi dalam film-film lain. Ditambah kemungkinan film ini akan dibenci
oleh sekelompok orang Yahudi yang berpengaruh besar dalam bisnis
pertunjukan di Hollywood . Sehingga habislah seluruh karir saya dalam
dunia perfilman.

Dalam kesenyapan menanti keputusan saya apakah jadi bermain dalam film
itu, saya katakan padanya. “Mel apakah engkau memilihku karena inisial
namaku juga sama dengan Jesus Christ (Jim Caviezel), dan umurku
sekarang 33 tahun, sama dengan umur Yesus Kristus saat Ia disalibkan?”
Mel menggeleng setengah terperengah, terkejut, menurutnya ini menjadi
agak menakutkan. Dia tidak tahu akan hal itu, ataupun terluput dari
perhatiannya. Dia memilih saya murni karena peran saya di “Thin Red
Line”. Baiklah Mel, aku rasa itu bukan sebuah kebetulan, ini tanda
panggilanku, semua orang harus memikul salibnya. Bila ia tidak mau
memikulnya maka ia akan hancur tertindih salib itu. Aku tanggung
resikonya, mari kita buat film ini!

Maka saya pun ikut terjun dalam proyek film tersebut. Dalam persiapan
karakter selama berbulan-bulan saya terus bertanya-tanya, dapatkah
saya melakukannya? Keraguan meliputi saya sepanjang waktu. Apa yang
seorang Anak Tuhan pikirkan, rasakan, dan lakukan.
Pertanyaan-pertanya an tersebut membingungkan saya, karena begitu banya
referensi mengenai Dia dari sudut pandang berbeda-beda.

Akhirnya hanya satu yang bisa saya lakukan, seperti yang Yesus banyak
lakukan yaitu lebih banyak berdoa. Memohon tuntunanNya melakukan semua
ini. Karena siapalah saya ini memerankan Dia yang begitu besar. Masa
lalu saya bukan seorang yang dalam hubungan denganNya. Saya memang
lahir dari keluarga Katolik yang taat, kebiasaan-kebiasaan baik dalam
keluarga memang terus mengikuti dan menjadi dasar yang baik dalam diri
saya.

Saya hanyalah seorang pemuda yang bermain bola basket dalam liga SMA
dan kampus, yang bermimpi menjadi seorang pemain NBA yang besar. Namun
cedera engkel menghentikan karir saya sebagai atlit bola basket. Saya
sempat kecewa pada Tuhan, karena cedera itu, seperti hancur seluruh
hidup saya.

Saya kemudian mencoba peruntungan dalam casting-casting, sebuah peran
sangat kecil membawa saya pada sebuah harapan bahwa seni peran munkin
menjadi jalan hidup saya. Kemudian saya mendalami seni peran dengan
masuk dalam akademi seni peran, sambil sehari-hari saya terus mengejar
casting.

Dan kini saya telah berada dipuncak peran saya. Benar Tuhan, Engkau
yang telah merencanakan semuanya, dan membawaku sampai disini. Engkau
yang mengalihkanku dari karir di bola basket, menuntunku menjadi
aktor, dan membuatku sampai pada titik ini. Karena Engkau yang telah
memilihku, maka apapun yang akan terjadi, terjadilah sesuai kehendakMu.

Saya tidak membayangkan tantangan film ini jauh lebih sulit dari pada
bayangan saya.

Di make-up selama 8 jam setiap hari tanpa boleh bergerak dan tetap
berdiri, saya adalah orang satu-satunya di lokasi syuting yang hampir
tidak pernah duduk. Sungguh tersiksa menyaksikan kru yang lain
duduk-duduk santai sambil minum kopi. Kostum kasar yang sangat tidak
nyaman, menyebabkan gatal-gatal sepanjang hari syuting membuat saya
sangat tertekan. Salib yang digunakan, diusahakan seasli mungkin
seperti yang dipikul oleh Yesus saat itu. Saat mereka meletakkan salib
itu dipundak saya, saya kaget dan berteriak kesakitan, mereka mengira
itu akting yang sangat baik, padahal saya sungguh-sungguh terkejut.
Salib itu terlalu berat, tidak mungkin orang biasa memikulnya, namun
saya mencobanya dengan sekuat tenaga.

Yang terjadi kemudian setelah dicoba berjalan, bahu saya copot, dan
tubuh saya tertimpa salib yang sangat berat itu. Dan sayapun melolong
kesakitan, minta pertolongan. Para kru mengira itu akting yang luar
biasa, mereka tidak tahu kalau saya dalam kecelakaan sebenarnya. Saat
saya memulai memaki, menyumpah dan hampir pingsan karena tidak tahan
dengan sakitnya, maka merekapun terkejut, sadar apa yang sesungguhnya
terjadi dan segera memberikan saya perawatan medis.

Sungguh saya merasa seperti setan karena memaki dan menyumpah seperti
itu, namun saya hanya manusia biasa yang tidak biasa menahannya. Saat
dalam pemulihan dan penyembuhan, Mel datang pada saya. Ia bertanya
apakah saya ingin melanjutkan film ini, ia berkata ia sangat mengerti
kalau saya menolak untuk melanjutkan film itu. Saya bekata pada Mel,
saya tidak tahu kalau salib yang dipikul Tuhan Yesus seberat dan
semenyakitkan seperti itu. Tapi kalau Tuhan Yesus mau memikul salib
itu bagi saya, maka saya akan sangat malu kalau tidak memikulnya walau
sebagian kecil saja. Mari kita teruskan film ini. Maka mereka
mengganti salib itu dengan ukuran yang lebih kecil dan dengan bahan
yang lebih ringan, agar bahu saya tidak terlepas lagi, dan mengulang
seluruh adegan pemikulan salib itu. Jadi yang penonton lihat didalam
film itu merupakan salib yang lebih kecil dari aslinya.

Bagian syuting selanjutnya adalah bagian yang mungkin paling
mengerikan, baik bagi penonton dan juga bagi saya, yaitu syuting
penyambukan Yesus. Saya gemetar menghadapi adegan itu, Karena cambuk
yang digunakan itu sungguhan. Sementara punggung saya hanya dilindungi
papan setebal 3 cm. Suatu waktu para pemeran prajurit Roma itu
mencambuk dan mengenai bagian sisi tubuh saya yang tidak terlindungi
papan. Saya tersengat, berteriak kesakitan, bergulingan ditanah sambil
memaki orang yang mencambuk saya. Semua kru kaget dan segera
mengerubungi saya untuk memberi pertolongan.

Tapi bagian paling sulit, bahkan hampir gagal dibuat yaitu pada bagian
penyaliban. Lokasi syuting di Italia sangat dingin, sedingin musim
salju, para kru dan figuran harus manggunakan mantel yang sangat tebal
untuk menahan dingin. Sementara saya harus telanjang dan tergantung
diatas kayu salib, diatas bukit yang tertinggi disitu. Angin dari
bukit itu bertiup seperti ribuan pisau menghujam tubuh saya. Saya
terkena hypothermia (penyakit kedinginan yang biasa mematikan),
seluruh tubuh saya lumpuh tak bisa bergerak, mulut saya gemetar
bergoncang tak terkendalikan. Mereka harus menghentikan syuting,
karena nyawa saya jadi taruhannya.

Semua tekanan, tantangan, kecelakaan dan penyakit membawa saya sungguh
depresi. Adegan-adegan tersebut telah membawa saya kepada batas
kemanusiaan saya. Dari adegan-keadegan lain semua kru hanya menonton
dan menunggu saya sampai pada batas kemanusiaan saya, saat saya tidak
mampu lagi baru mereka menghentikan adegan itu. Ini semua membawa saya
pada batas-batas fisik dan jiwa saya sebagai manusia. Saya sungguh
hampir gila dan tidak tahan dengan semua itu, sehingga seringkali saya
harus lari jauh dari tempat syuting untuk berdoa. Hanya untuk berdoa,
berseru pada Tuhan kalau saya tidak mampu lagi, memohon Dia agar
memberi kekuatan bagi saya untuk melanjutkan semuanya ini. Saya tidak
bisa, masih tidak bisa membayangkan bagaimana Yesus sendiri melalui
semua itu, bagaimana menderitanya Dia. Dia bukan sekedar mati, tetapi
mengalami penderitaan luar biasa yang panjang dan sangat menyakitkan,
bagi fisik maupun jiwaNya.

Dan peristiwa terakhir yang merupakan mujizat dalam pembuatan film itu
adalah saat saya ada diatas kayu salib. Saat itu tempat syuting
mendung gelap karena badai akan datang, kilat sambung menyambung
diatas kami. Tapi Mel tidak menghentikan pengambilan gambar, karena
memang cuaca saat itu sedang ideal sama seperti yang seharusnya
terjadi seperti yang diceritakan. Saya ketakutan tergantung diatas
kayu salib itu, disamping kami ada dibukit yang tinggi, saya adalah
objek yang paling tinggi, untuk dapat dihantam oleh halilintar. Baru
saja saya berpikir ingin segera turun karena takut pada petir, sebuah
sakit yang luar biasa menghantam saya beserta cahaya silau dan suara
menggelegar sangat kencang (setan tidak senang dengan adanya pembuatan
film seperti ini). Dan sayapun tidak sadarkan diri.

Yang saya tahu kemudian banyak orang yang memanggil-manggil
meneriakkan nama saya, saat saya membuka mata semua kru telah
berkumpul disekeliling saya, sambil berteriak-teriak “dia sadar! dia
sadar!” (dalam kondisi seperti ini mustahil bagi manusia untuk bisa
selamat dari hamtaman petir yang berkekuatan berjuta-juta volt
kekuatan listrik, tapi perlindungan Tuhan terjadi disini).

“Apa yang telah terjadi?” Tanya saya. Mereka bercerita bahwa sebuah
halilintar telah menghantam saya diatas salib itu, sehingga mereka
segera menurunkan saya dari situ. Tubuh saya menghitam karena hangus,
dan rambut saya berasap, berubah menjadi model Don King. Sungguh
sebuah mujizat kalau saya selamat dari peristiwa itu.

Melihat dan merenungkan semua itu seringkali saya bertanya, “Tuhan,
apakah Engkau menginginkan film ini dibuat? Mengapa semua kesulitan
ini terjadi, apakah Engkau menginginkan film ini untuk dihentikan”?
Namun saya terus berjalan, kita harus melakukan apa yang harus kita
lakukan. Selama itu benar, kita harus terus melangkah. Semuanya itu
adalah ujian terhadap iman kita, agar kita tetap dekat padaNya, supaya
iman kita tetap kuat dalam ujian.

Orang-orang bertanya bagaimana perasaan saya saat ditempat syuting itu
memerankan Yesus. Oh… itu sangat luar biasa… mengagumkan… tidak dapat
saya ungkapkan dengan kata-kata. Selama syuting film itu ada sebuah
hadirat Tuhan yang kuat melingkupi kami semua, seakan-akan Tuhan
sendiri berada disitu, menjadi sutradara atau merasuki saya memerankan
diriNya sendiri.

Itu adalah pengalaman yang tak terkatakan. Semua yang ikut terlibat
dalam film itu mengalami lawatan Tuhan dan perubahan dalam hidupnya,
tidak ada yang terkecuali. Pemeran salah satu prajurit Roma yang
mencambuki saya itu adalah seorang muslim, setelah adegan tersebut, ia
menangis dan menerima Yesus sebagai Tuhannya. Adegan itu begitu
menyentuhnya. Itu sungguh luar biasa. Padahal awalnya mereka datang
hanya karena untuk panggilan profesi dan pekerjaan saja, demi uang.
Namun pengalaman dalam film itu mengubahkan kami semua, pengalaman
yang tidak akan terlupakan.

Dan Tuhan sungguh baik, walaupun memang film itu menjadi kontroversi.
Tapi ternyata ramalan bahwa karir saya berhenti tidak terbukti. Berkat
Tuhan tetap mengalir dalam pekerjaan saya sebagai aktor. Walaupun saya
harus memilah-milah dan membatasi tawaran peran sejak saya memerankan
film ini.

Saya harap mereka yang menonton The Passion Of Jesus Christ, tidak
melihat saya sebagai aktornya. Saya hanyalah manusia biasa yang
bekerja sebagai aktor, jangan kemudian melihat saya dalam sebuah film
lain kemudian mengaitkannya dengan peran saya dalam The Passion dan
menjadi kecewa.

Tetap pandang hanya pada Yesus saja, dan jangan lihat yang lain. Sejak
banyak bergumul berdoa dalam film itu, berdoa menjadi kebiasaan yang
tak terpisahkan dalam hidup saya. Film itu telah menyentuh dan
mengubah hidup saya, saya berharap juga hal yang sama terjadi pada
hidup anda. Amin.

“TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA”

MENETAP DALAM KEBAHAGIAAN

MENETAP DALAM KEBAHAGIAAN

Sikap takut akan Tuhan adalah sesuatu yang dirindukan oleh Tuhan. Ciri-ciri orang yang hidupnya takut akan Tuhan adalah :

1.      Membenci Kejahatan

“Takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan, akau benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.” (Ams 8:13).

2.      Bersungguh hati dengan Tuhan.

“Karena mata Tuhan menjelajah keseluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” (2Taw 16:9)

3.      Taat pada perintah Tuham.

Abraham rela mengorbankan Ishak karena ia taat pada perintah Tuhan, meskipun sebenarnya hal itu adalah perintah yang berat untuk dilaksanakan. (Kej 22:1-12).

Sikap seperti inilah yang membuat hidupmu bisa menjadi diatas rata-rata. Hamba Tuhan yang hidupnya tidak takut akan Tuhan, tidak memiliki karakter Kristus, kehidupan pelayanannya pasti di bawah rata-rata. Jangan puas dengan hidup menjadi sekedar rata-rata. Supaya bisa hidup diatas rata-rata, seseorang harus memiliki karakter Kristus.

“Siapa orang yang takut akan Tuhan ? Kepadanya Tuhan menunjukan jalan yang harus dipilihnya. Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan dan anak cucunya akan mewarisi bumi.”(Maz 25:12-13)

Orang yang memiliki rasa takut akan Tuhan, maka Dia akan menunjukan jalan yang harus dipilihnya. Orang seperti itu akan menetap dalam kebahagiaan. Selain itu orang yang takut akan Tuhan dikaruniai umur panjang, ingat pada kejadian ketika raja Hizkia sakit dan umurnya diperpanjang, karean ia memilih untuk hidup takut akan Tuhan. Agar engkau bisa menuai yang baik di masa depan , milikilah rasa takut akan Tuhan.

Orang yang mau mengikut Tuhan harus menyangkal diri dan memikul salib, kesuksesan adalah proses, bukan hasil akhirnya. Kita tidak bisa menikmati arti kesuksesan bila hai itu terjadi secara instant, ada jalan (proses) yang harus dilalui. Setelah membuat keputusan menerima Yesus sebagai juruselamat, anda akan dibawa melewati beberapa tahap (proses) kehidupan untuk sampai pad kesuksesan yang sejati. Ada tahap keprihatinan, tahap tinggal landas (take off), tahap kemapanan, dalam kehidupan. Ditahap manapun anda berada saat ini, tetaplah bersukacita dan hidup takut akan Tuhan sampai tiba saatnya datang promosi dari Tuhan. “Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjianNya diberitahukanNya kepada mereka.” (Maz 25:14). Saat kita berhasil melalui semua proses situ, kehidupan kita pasti akan menjadi diatas rata-rata.

KEMURAHAN TUHAN BAGI KITA

AGAR KITA DAPAT MENERIMA KEMURAHAN TUHAN

Semua orang ingin mendapatkan  berkat yang luar biasa dari Tuhan. Namun pertanyaannya: pantaskah orang itu menerima berkat dari Tuhan? Orang yang layak mendapat berkat dan kemurahan Tuhan yaitu :

    1. Orang yang mencintai Tuhan lebih daripada segalanya (lebih dari keluarga, masa depan, tradisi, uang, pekerjaan). Mencintai Tuhan sama dengan membenci dosa. Bila orang yang cinta dosa diberkati maka berkat tersebut akan digunakan untuk melakukan lebih banyak dosa lagi.
    2. Orang yang bermurah hati kepada sesama dan pemberitaan Injil Kerajaan. Simon Petrus memberikan perahunya kepada Yesus supaya Ia bisa menyampaikan firman kepada orang banyak (Luk 5:1-11). Simon telah bermurah hati untuk pemberitaan Injil Kerajaan Sorga.
    3. Orang yang bersungguh-sungguh berdoa meminta kemurahan Tuhan (mintalah kemurahan Tuhan untuk keluarga, pekerjaan, bisnis, pelayanan, dsb). Ingat kisah Hana yang sungguh-sungguh berdoa dan menangis (kontak air mata) supaya Tuhan mengarunikanya seorang anak, Tuhan menjawab orang yang berdoa seperti itu.

“Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. Tetapi haruslah engkau ingat kepada Tuhan, Allahmu sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” (Ul 8:17-18).

Ingat bahwa penggenapan perjanjian berkat diikrarkan Allah dengan sumpah. Untuk memberkati hidup anda Tuhan sampai bersedia mengucapkan sumpah. Artinya perjanjian berkat bukanlah sesuatu yang main-main. Jadi ketika kita memperoleh kekayaan, hal itu bukan karena pendidikan akademis kita yang tinggi, kehebatan kit berbisnis, kerja keras, dsb, tetapi karena Tuhanlah yang meneguhkan perjanjian berkatNya. Jadi tidak perlu alergi dengan kekayaan, karena Tuhan telah memberimu kekuatan untuk memperoleh kekayaan.

Kekayaan yang diberikan Tuhan kepada kita yaitu :

1.      Keselamatan

2.      Kesehatan

3.      Pertolongan

4.      Kemenangan

5.      Kemakmuran

Dampak kemurahan Tuhan yaitu :

1. Kemurahan Tuhan membuat kita menjadi besar.

“Kau berikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu, menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar.” (Mzm 18:36)

Kemurahan Tuhan membuat pekerjaan, bisnis, pelayanan kita menjadi besar.

2. Kemurahan Tuhan membuat kita dibedakan.

“Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.”(Mal 3:18). Masa ini adalah masa kegoncangan tapi orang yang menerima kemurahan Tuhan hidupnya tidak akan tergoncang, hidupnya dibedakan dari orang lain.

3. Kemurahan Tuhna membuat kita menajdi kaya (mengalami financial breakthrough).

“Simon menjawab : “Guru telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menerbarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar iakan, sehingga jala mereka mulai koyak.” (Luk 5:5-6). Simon telah bekerja keras mencari ikan namun tidak mendapat apa-apa, naming ketika ia bermurah hati memberikan perahunya untuk pemberitaan injil, ia memperoleh banyak ikan (kelimpahan berkat).